Browse By

Jurus Jitu Memutuskan Pacar

WARNING! Bacaan ini khusus buat kamu yang sudah punya pacar tapi sedang atau sudah di ambang kehancuran, putus-nyambung lagi, putus-nyambung lagi, terus gitu aja, sampai sidang kasus kopi Jessica selesai. Buat yang belum punya pacar, boleh saja baca artikel ini, tapi jangan langsung diparktikan, ya. *mau mutusin siapa lagian?*

Putus cinta itu bukan perkara mudah, ada perjuangan berdarah-darah dan kenangan indah di dalamnya yang harus kamu jadikan pertimbangan, putus-nggak? Putus-nggak? Bingung ya. But wait, saat ini kamu tengah baca artikel yang tepat, karena kali ini TempeBener mau berbagi Jurus Jitu Memutuskan Pacar. Yang Insya Allah jitu, karena kami hadir untuk mengatasi masalah tanpa masalah.

Baca dulu: Senja di Batas Kota

“Perbaiki jika kamu memang cinta, tapi akhiri sebelum kamu menjadi gila” 

~ TempeBener

Pikirkan Matang-matang Sebelum Ambil Keputusan

Kamu harus pikirkan secara matang, kalau perlu, kematengan juga gak apa-apa, ada sebab ada akibat soalnya, berani putus berarti ada akibat yang harus kamu tanggung setelahnya. Kemungkinan terbesar, kamu gak akan bisa berteman lagi sama calon mantanmu itu. Bisa berteman setelah jadi mantan, itu hanya mitos, jangan dipercaya.

Putus gak melulu buruk ko, kalau hubungan yang tengah dijalani gak membuatmu bahagia sama sekali dan hanya menambah rasa luka tak tertandingi, lantas, apa yang sedang kamu tunggu, selain memutuskan pacar kamu sebelum doi dipanggil sang Ilahi.

Jangan Putusin Setengah-setengah, Harus Kaafah

Kamu yakin?

Kamu yakin?

“Sayang, kita putus tapi untuk sementara ya?”!

Kalau kamu udah yakin sama keputusanmu untuk mengakhiri semuanya. Putusinnya jangan setengah-setengah, putuslah secara kaafah (sempurna). Paham maksudnya? Kalau ikut istilah anak kekinian, namanya “break”, hubungannya ditunda dulu hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kasiaaan ya, cinta tak sampai, harap pun sirna tak boleh digapai. Sadis!

Cari Waktu dan Tempat yang Baik

Sayang, aku kangennn

Sayang, aku kangennn

Seringnya, yang jadiin putus cinta sakit itu bukan karena gak mau menerima kenyataan. Tapi, tempat dan waktunya yang kurang tepat. Mood-nya lagi gak karuan, kamu putusin, ya hancur.

Pastiin dulu, gimana suasana hatinya, kondisi keluarganya, pekerjaannya, lagi ada masalah atau nggak. Kalau lagi ada masalah, mending tunda dulu niatnya, tahu kenapa? Karena putus memutuskan itu perkara hidup dan mati lho, banyak yang mati bunuh diri, hanya karena cinta.

“Begitulah cinta, deritanya tiada akhir” ~Cut Pat Kai

Kasih Alasan Yang Jelas, Jangan Cuma Bilang “terlalu baik”

dead-end-relationship

Kamu yakin?

“kamu terlalu baik, kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dari aku”

Preeettt… !!!

Kamu pasti punya alasan kenapa dulu mencintainya, entah karena doi ganteng, cantik, lucu, sholeh, sholehah atau apa pun itu, yang membuat kamu dulu sangat yakin untuk mencintainya. Pun demikian, kalau udah yakin mau putus, harus ada alasan, kalau bisa sih, kasih kritik dan saran yang membangun, biar calon mantanmu itu bisa jadi orang yang lebih baik di masa depan.

Dan kalau nantinya di masa depan mantanmu menjadi orang yang lebih baik, sukses, sholeh-sholehah, gajinya di atas UMR Jakarta dan makin ganteng-cantik. Jangan pernah minta balikan!

Jadilah Mantan Terbaik

Mantan terkuat

Mantan terkuat

Jangan keseringan nonton ftv, baru aja putusan, terus udah bisa temenan. Itu cuma mitos. Lagian, itu perasaan tau, bukan warung kopi yang seenaknya bisa masuk keluar.

Kalau udah ngelakoni point-point di atas, tibalah di point terakhir ini. Jadi mantan yang baik. Meskipun, sebenarnya gak ada istilah mantan terbaik, karena yang namanya terbaik itu ya selalu ada, bukan ninggalin, betul ? Terus gimana caranya jadi mantan terbaik? Pergi sejauh-jauhnya, dan jangan pernah kembali. Karena mantan terbaik adalah mantan yang gak pernah minta balik.

Gimana, udah punya bayangan ke depannya mau ngapain? Putus itu pilihan terakhir, sangat-sangat terakhir, kalau kamu merasa hubunganmu udah gak bisa dipertahankan lagi. Selama masih bisa dipertahankan, ya harus kamu perjuangkan, sama halnya ketika kamu memperjuangkan untuk mendapatkan cintanya. Jatuh cinta itu menyenangkan ko, jika kamu gak merasa demikian, mungkin kamu salah orang.

Baca juga: Jangan “terlalu” Cinta Kalau Kamu Tidak Mau Merasakan 5 Hal Ini

Comments

comments