Browse By

5 Tipe Pengendara yang Sering Kamu Temukan di Jalan Raya

Bagi sebagian besar masyarakat, khususnya di kota-kota besar, seperti Jakarta. Kemacetan  lalu lintas sudah wajar adanya. Apalagi buat para pekerja. Sekitar 80% hidup mereka habis di jalanan. Mulai dari berangkat hingga pulang kerja, kemacetan selalu setia menemani aktivitas sehari-hari mereka. Tidak jarang ditemukan pelanggaran-pelanggaran rambu lalu lintas, bahkan sebagian oknum masyarakat ada yang sengaja dan dengan cuek melanggarnya.

Di samping itu semua. Selalu ada pemandangan lucu dan menjengkelkan yang kerap mewarnai lalu lintas setiap harinya. Dan berikut Tempebener akan berbagi 5 tipe pengendara yang mungkin sering kamu lihat di jalan raya.

Pencari Alamat

Yang pertama, pencari alamat. Tipe pengendara ini terbilang cukup menggangu di jalan raya. Pasalnya, tipe pengendara yang satu ini kerap berkendara layaknya seperti orang bingung yang tak tau arah dan tujuan. Gayanya celingak – celinguk dan cara berkendaranya juga tidak beraturan. Dan dia mengendarai kendaraannya dengan kecepatan 20km-40km/jam. Cukup lamban memang, tapi mengganggu pengendara lain yang ada di belakangnya ketika dia memposisikan dirinya tepat di tengah jalan dan bukan di pinggir jalan. Sehingga membuat para pengendara lain yang ada di belakangnya membunyikan klakson dengan nyaring agar dia meminggirkan kendaraannya.

Ibu – ibu Motor Matic

Yang satu ini adalah tipe pengendara yang sedang hits zaman sekarang. Layaknya seorang ratu pemilik jalanan. Dia seakan punya aturan sendiri dalam berkendara. Entah ini lucu atau menjengkelkan. Tapi ada saja memang tingkah laku ibu-ibu kalau sedang mengendarai motor matic di jalanan. Salah satu contoh dan yang paling sering terjadi adalah kekeliruan dalam memberi tanda yang lebih di kenal dengan “sign kanan belok kiri” atau sebaliknya. Jangan coba coba menegur sang ratu jalanan karena nyatanya sudah pasti dia yang lebih galak dari kita. Dan ingat, perempuan itu selalu benar!

Supir Kopaja “King of street”

Kalau ibu-ibu motor matic adalah ratunya. Maka supir kopaja adalah orang yang cocok untuk menjadi rajanya. Hampir sama kelakuannya dengan ibu- ibu motor matic. Hanya saja lebih sadis. Buat kamu yang tinggal di Jakarta dan sering menggunakan jasa angkutan umum satu ini pasti sudah hafal bagaimana cara kerjanya. Yang menjengkelkan dari kopaja adalah suka mengangkut dan menurunkan penumpang sembarangan sehingga mengganggu lalu lintas. Dan juga asap knalpotnya yang mirip seperti gurita yang mengeluarkan tinta. Kopaja termasuk salah satu kendaraan yang dihindari setelah mobil tinja dan unggas karena memang paling tidak enak kalo sudah  berada di belakang kendaraan tersebut. If you know what I mean

Tarik Tiga

Terkadang memang lucu kalau diingat kembali bagaimana cara sebagian oknum masyarakat dalam memaksimalkan kendaraan. Mobil yang seharusnya bisa di isi beberapa orang malah hanya ber-isikan satu orang. Sedangkan motor yang maksimalnya di tunggangi 2 orang malah di tunggangi satu keluarga. Tapi fenomena sekarang ini adalah tarik tiga. Ya, satu motor matic dengan veleg dan knalpot modif yang ditunggangi tiga remaja putri yang menggunkan make up tebal selalu berhasil mencuri perhatian pengguna jalan lain. Serta pakaian minim bahannya yang membuat laki-laki berani bersiul nakal terhadapnya. Ada-ada saja memang…

Ngobras on the Road

Pemandangan yang satu ini juga sering kita lihat di jalanan. Dua motor melaju beriringan plus dua pengemudi yang mengobrol santai alias ngobras. Kelakuan pengendara ini juga menjengkelkan karena bertingkah seolah jalan raya itu adalah ruang tamu atau teras rumah yang bisa digunakan untuk ngobras. Tertawa lepas tanpa memikirkan pengguna jalan yang ada di belakangnya, sehingga pengguna jalan lain yang sedang terburu-buru jadi tersulut emosinya.

Mungkin masih banyak lagi tipe pengendara lain yang belum bisa disebutkan. Tapi yang jelas mematuhi rambu lalu lintas dan menghargai sesama pengguna jalan adalah hal yang perlu diperhatikan demi keselamatan bersama sob! (Respect)

Baca juga: 4 Sensasi Berhelm Half Face

Comments

comments