Browse By

5 Tipe Manusia yang Pantas Dipanggil Bahlul. Cek Deh Apa Kamu Termasuk Salah Satunya

“Dasar bahlul ente!”

Adalah ungkapan yang kerap kali dilontarkan untuk temanmu yang sedikit ‘lola’, dikasih arahan ini tapi yang dikerjakan yang itu. Ungkapan ini biasanya digunakan untuk sesama teman dekat sebagai lelucon atau sindiran halus, nggak bermaksud makian, kemarahan atau kebencian. Kalau kamu punya teman baru atau teman dengan tingkat sensitifnya di atas rata-rata, sebaiknya kamu jangan pernah memanggil dia bahlul karena kamu tahu apa yang akan terjadi setelahnya.

Nah yang jadi pembahasan di sini adalah ketika kita menemukan orang yang pantas dipanggil bahlul bukan karena dia teman dekat atau ‘lola’ tapi sikap dan prilakunya memang wajar dipanggil “Bahlul”.

Untuk sekadar pengetahuan saja, artikle ini bakal mengulas tipe-tipe manusia yang kelakuannya pantas dipanggil bahlul. Kamu yang nggak mau dipanggil bahlul, wajib baca!

Baca dulu : 4 Fakta Soal Cowok yang Gak Merokok dan Gak Suka Selfie

Suka Buang Sampah Sembarangan. Alasannya sih, Entar Juga Ada Petugas Kebersihan Yang Bersihin

Cuma orang bahlul yang buang sampah di tengah jalan via poskotanews.com

Asal kamu tahu, buang sampah sembarangan itu tindakan primitive. Selain menjadi salah satu penyebab banjir, tentu adanya sampah yang berserakan nggak mengelokan pandangan, juga membuat kita kesulitan bernafas, bau!. Dengan sejuta alasan; tempat sampahnya jauh, lagi buru-buru dan alasan-alasan nggak masuk akal lainnya. Orang-orang bahlul dengan yakinnya membuang sampah di sembarang tempat, tanpa merasa berdosa sama sekali. Kalau ketemu orang kaya gini, jangan ragu teriakin aja;

“Woy Bahlul! Sampahnya jatoh noh”

Enteng sih, Tapi Kadang Bikin Kesel. Udah Ada Himbauan Masih Aja Ada yang Bunyi Di Tengah-tengah Sholat

BACAAA!!!! via www.kompasiana.com

Sholat merupakan ibadah yang harus dilakukan dengan penuh penyerahan, harus khusyuk intinya. Maka dari itu, diperlukan ketenangan dalam melaksanakannya. Niat hati ingin khusyuk, alih-alih malah nggak fokus sama sekali. Handphone dari salah satu jama’ah sholat ada yang berbunyi, nggak cuma membuyarkan konsentrasi tapi juga bikin dongkol hati.

Baca juga : Tips Sederhana Menjaga Sholat Agar Tetap khusyuk

Sepenting apa sih, urusannya? Begitu tiba waktu sholat masih enggan mematikan handphone. Kasihan kan, mereka yang ingin khusyuk sholat jadi nggak bisa.

Meludah Itu Hak Setiap Orang, Tapi Kadang Bikin Geleuh Kalau Buangnya Sembarang

Untung cantik, coba kalo ngga via sentralfitnes.com

Sampai saat ini belum ada tempat pembuangan ludah seperti tempat pembuangan sampah pada umumnya tapi bukan berarti bebas meludah di mana saja. Selain nggak mengindahkan pandangan, air ludah yang berserakan juga bikin iyyuuuh. Niat pagi beli sarapan bisa balik badan ke kosan karena di jalan lihat cairan kental keijoan.

Baca Berita Boleh-boleh Aja. Tapi Kalau Mau Share, Mending Cek dan Ricek Dulu Deh. Kalau Ternyata Hoax, Kan Situ Juga yang Malu

Say No To Hoax!! via 168solution.com

Bahaya berita hoax sudah memasuki fase sangat mengkhawatirkan, jika diibaratkan penyakit, berita hoax ini semacam bakteri mematikan. Yang jika dibiarkan, bakteri itu akan terus menggerogoti tubuh sampai busuk lalu mati. Berita hoax merubah Sosial media yang sejatinya mempererat dan menyambung tali silaturahmi menjadi media saling membenci dan memaki.

Sebagai generasi normal, jangan mau menjadi bagian dari generasi bahlul yang punya kesenangan bagi-bagi berita hoax. Say No To Hoax!

Nggak Ada Alasan Apa Pun yang Bisa Dibenarkan. Siapa Saja yang Nikung Pacar/Suami/Istri Orang Lain Adalah Manusia Paling Bahlul Sedunia dan Akhirat.

Timpuk aja neng, cowok gitu mah via okezone.com

Angka perceraian di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, kenaikannya mencapai 16 – 20 persen menurut data yang didapat sejak 2009 hingga 2016. Menurut data Litbang 2016, kehadiran pihak ketiga adalah salah satu dari empat alasan utama kenapa banyak pasangan di Indonesia bercerai.

Dear boy and ladies! khususnya untuk pasangan suami-istri. Tak ada hubungan tanpa masalah tapi tak ada alasan untuk mendua. Ketika kalian berdua berikrar untuk sehidup semati bersama, seiya sekata selamanya. Jadikan setiap masalah yang datang sebagai ujian untuk mendewasakan, bukan alasan untuk mengakhiri hubungan.

Menjadi orang bahlul itu gampang, cukup bertindak tanpa berpikir panjang, acuh terhadap orang sekitar yang penting diri sendiri senang. Tapi sebaliknya, menjadi orang baik itu susah, harus punya kebiasaan menanamkan kebaikan dalam keseharian yang lambat laun kebaikan-kebaikan itu akan menjadi bagian dari kehidupan. Yuk ah jadi orang baik, jangan mau dipanggil bahlul, dimulai dari menghilangkan 5 kebiasaan di atas tadi, ya.

Baca juga : Dear Mantan Terindah, Dariku Yang Ditinggalkanmu Menikah

Comments

comments