Browse By

Tompi – Penyanyi yang Sempat Terhenti

Tompi pertama kali mengenal dunia bermusik saat duduk di bangku SMP. Tompi bergabung dengan marching band sekolah dan memainkan trompet sebagai alat musik pertamanya. Dari bermusik Tompi merambah ke dunia tarik suara. Tompi mulai percaya diri bisa bernyanyi setelah temannya di Aceh bercerita sepulang mengikuti perlombaan menyanyi di Jakarta. Juara satu lomba menyanyi di ibukota itu mirip dengan suara Tompi, cerita temannya. Hingga kemudian di sebuah acara PT Arun, Tompi memberanikan diri ikut lomba bernyanyi. Saat namanya dipanggil, Tompi begitu gugup setengah mati. Saat mulai bernyanyi, Tompi sampai lupa teks lagu.

Tompi semakin terpuruk saat guru pelajaran seni musiknya melakukan pembagian suara untuk membentuk paduan suara. Satu persatu suara murid dites. Hingga tibalah giliran suara Tompi dites, dan sang guru dengan keluh berkata.

“Wah kalau suaranya seperti kamu begini, sampai kapan pun tidak akan terpakai di paduan suara atau jadi penyanyi sekalipun! Suaramu kayak kaleng rombeng.” Sontak teman-teman sekelasnya tertawa terpingkal-pingkal.

tompi

Tompi dikeluarkan dari kelompok paduan suara. Ia merasa sangat malu dan berjanji pada diri sendiri untuk tidak mau menyanyi lagi.

***

Ketika kuliah, Tompi  tergabung dalam perwakilan mahasiswa yang turut ambil bagian dalam perlombaan band. Ya Tompi mengabadikan hinaan dan penyesalannya di masa lalu. Tak disangka kelompoknya berhasil menang dan kepercayaan dirinya kembali pulih.

Juri perlombaan saat itu langsung menawarkan mereka ikut lomba Panggung Band 2000 bekerjasama dengan RCTI dan Yamaha. Lagu Manuk Dadali dibawakan dengan Tompi memegang bagian musik perkusi. Band Tompi memang tidak menang, namun bagi Tompi ternyata bermusik itu menyenangkan dan membangun kepercayaan dirinya kembali dalam dunia musik

***

Tompi saat ini dikenal sebagai salah satu ikon jazz di Indonesia. Keunikan suaranya menjadi daya pikat dalam setiap penampilannya di setiap ajang pertunjukan jazz tanah air.

Pria lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini telah merilis album Cherokee (2004), Bali Longue (2004), T (2005), Soulful Ramadhan (2004) dan masih terus berkarya. Tompi juga masih terus tampil dalam beberapa konser musik Jazz baik di tingkat nasional maupun internasional.

Orang lain bisa melakukan kesalahan yang sangat fatal ketika menilai potensi Tompi, namun Tompi besar memberi ruang untuknya kembali mencoba dan melupakam segala hinaan.

Baca juga: Gol A Gong – Pendekar Literasi Tanpa Tangan Kiri

Comments

comments