Browse By

Kak Seto – Gagal Menjadi Dokter Pilih Jadi Psikiater

Kak Seto terlahir kembar. Dua anak manusia ini memiliki kemiripan wajah dan cita-cita yang sama, menjadi dokter. Namun Kak Seto gagal di fakultas kedokteran baik di Universitas Airlangga maupun Universitas Indonesia, terkecuali saudara kembarnya yang berhasil. Prestasi belajar Kak Seto selama belajar terbilang lumayan bagus. Namun kenyataanlah membuat Kak Seto menelan kekecewaan.

Sedemikian dalam, kekecewaan Kak Seto membuatnya meninggalkan rumah dan pergi ke Jakarta pada 27 Maret 1970. Untuk menyambung hidup segala profesi dia lakoni. Menjadi pembantu rumah tangga, menjadi tukang batu, dan pernah menjadi tukang semir sepatu di blok M. Upah yang tak seberapa ditambah bentakan dan luapan orang-orang ibu kota sering diterima Kak Seto.

***

Di rumah tempat Kak Seto menumpang, Kak Seto begitu tertarik dengan acara yang dibawakan Bu Kasur di TVRI (Televisi Republik Indonesia). Lebih dari sekedar menonton, Kak Seto mendatangi rumah pengasuh acaranya, Bu Kasur dengan niat berguru. Ia diterima pak Kasur dan diangkat menjadi asistennya di TK Situ Lembang Jakarta Pusat.

Disamping bekerja, mimpi menjadi dokter kembali dia kejar dengan mendaftarkan lagi ke Fakultas Kedokteran. Hasilnya gagal lagi.

***

Bekerja bersama Pak Kasur, Kak Seto menemukan minat dan cita-cita lain. Dari dunia kedokteran berubah menjadi dunia anak. Atas dasar Pak Kasur juga Kak Seto mendaftarkan diri ke Fakultas Psikologi UI dan berhasil.

Kak Seto yang bernama lengkap Seto Mulyadi adalah tokoh Indonesia yang identik dengan anak-anak dan pendidikan anak. Nama Kak Seto mulai dikenal saat mengasuh acara Aneka Ria Taman Kanak-Kanak di TVRI, bersama Henny Purwonegoro.

Kecintaan terhadap dunia anak dan didukung dengan prestasi akademik Kak Seto di bidang psikologi anak, membuatnya mudah diterima di dunia pendidikan anak. Kini Kak Seto menjadi tokoh pemerhati anak, begitu kharismatik sebagai Ketua Komnas HAM perlindungan anak. Selain itu Kak Seto juga menjadi doktor bidang Psikologi.

Comments

comments