Browse By

Gol A Gong – Pendekar Literasi Tanpa Tangan Kiri

Gol A Gong kehilangan tangan kirinya sejak berumur 11 tahun. Semua berawal ketika Gol A Gong kecil bermain bersama teman-temannya di dekat alun-alun kota Serang. Tak jauh dari sana juga para tentara sedang latihan terjung payung. Gol A Gong terinspirasi, dia menantang nyali para teman lelakinya. Pepohonan di pinggir alun-alun kota Serang menjadi mediumnya.

”Siapa yang berani meloncat dari pohon paling tinggi, dialah yang berhak menjadi pemimpin!” ucap Gol A Gong kecil membara.

Uji nyali itu pun dilakukan, Gol A Gong kecil mengalami kecelakaan. Alhasil tangan kirinya harus diamputasi.

Baca dulu : Asma Nadia – Penulis Produktif Wanita dari Indonesia

***

Menjadi lelaki penyandang disabilitas di usia masih belasan tahun tidak membuat Gol A Gong bersedih dan berputus asa. Ayahnya, Harris Sumantapura terus memotivasi Gol A Gong dengan selalu berpesan kepadanya.

“Kamu harus banyak membaca, dan kamu akan menjadi seseorang. Hingga orang lain pun lupa bahwa diri kamu itu cacat.”

Harris Sumintapura, seorang kepala sekolah dari Sekolah Guru Olah raga (SGO) di Serang itu tak banyak melarang Gol A Gong, putranya untuk berbuat ini itu. Namun ada 3  hal yang diterapkan sang ayah pada diri Gol A Gong. BON yaitu Buku, Olahraga dan Nonton. Ayahnya selalu memfasilitasi ketiga hal itu.

***

Perhatian dan peran ayahnya ternyata benar membuahkan hasil. Sejak SMP, Gol A Gong sempat mewakili sekolah dalam Porseni. Mulai tingkat sekolah, kabupaten dan propinsi. Bahkan prestasi puncaknya dicapai saat merebut medali emas pada  olimpiade untuk orang cacat se-dunia, FESPIC Games (Far East and South Pasific Games for the Disabled) pada tahun 1989 di Solo, dan tahun 1990 di Kobe, Jepang. Ketika kelas 6 SD Gol A Gong sudah bisa membuat sandiwara radio. SMP kelas 1 bisa bikin komik, saat SMA jadi kontributor majalah “Hai” di Serang.  Dan menjadi penulis buku fenomenal dan melegenda “Balada si Roy”.

Berangkat dari keberhasilan menjadi penulis, wartawan di berbagai media serta aktif dalam berbagai kegiatan kesenian dan kebudayaan, Gol A Gong mendirikan Rumah Dunia di Serang, Banten. Stigma jawara, teluh, santet, pelet, dan hal-hal lain yang berkonotasi negatif terhadap Banten diupayakannya berubah menjadi Banten yang berbagi cinta dan ilmu kepada masyarakatnya.

Gol A gong - Heri Hendrayana Harris

Gol A gong – Heri Hendrayana Harris

Gol A Gong yang bernama asli Heri Hendrayana Harris pernah menjabat sebagai Ketua Umum Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Indonesia. Bersama istrinya, Tias Tatanka dunia literasi tanah Air Indonesia terus digemakan dengan berbagai kegiatan. Rumah Dunia, menjadi kendaraan Gol A Gong tampil berlaga sebagai pendekar literasi dari tanah jawara.

Baca juga : Mak Gober, Tukang Sikat Laki-Laki Malas Jum’atan!

Comments

comments