Browse By

Untuk Wanitaku di Masa Depan, Mari Kita Berteman

Lazada Indonesia

Dear My Future Wife, 

Kamu pasti akan sering menghela napas nanti. Mengingat, kamu menikahi bujang yang nggak tahan teriknya sinar matahari. Terkesan manja, tapi sungguh, aku berjanji akan menjadi suami yang bertanggung jawab untukmu, hanya untuk kamu.

Baca dulu: Untuk Kamu Yang Begitu Berarti, Terimakasih dan Terimakasih Sekali

Dear My Future Wife, 

Sini kuceritakan, aku bukanlah lelaki romantis seperti Do Min-joon terhadap kekasihnya Cheon Song-yi yang sangat syahdu melantunkan tembang cinta di samping bara api di pesisiran pantai. Meskipun banyak orang bilang, aku mewarisi kepribadiannya, aku tidak seperti dirinya. Tapi aku memiliki banyak ide untuk membahagiakanmu. Jadi bersiap-siaplah, barangkali aku akan berubah menjadi Willy Wonka yang memberikanmu istana coklat saat mood-mu tiba-tiba hilang.

Dan lagi, aku bukanlah lelaki yang pintar menilai rasa. Selama itu halal, apa pun yang kamu sajikan, seperti masakan kesukaanmu mi kuah spesial dengan campuran satu lusin cabe ekstra pedas, aku siap menghabiskannya.

Tapi aku yakin, di samping keahlianmu memasak mi instan, kamu memiliki masakan andalan yang siap disajikan saat makan malam pertama kita. Mi kuah spesial dengan campuran satu lusin cabe ekstra pedas ditambah telur mata sapi dan taburan BonCabe misalnya. Sounds nice, right? Aku nggak sabar menanti makan malam pertama kita.

Dear My Future Wife, 

Sengaja kuberitahu dulu, agar nanti kamu tidak menghela napas dalam-dalam. Aku ini lelaki dewasa yang “katanya” belum bisa dianggap dewasa. Dragon Ball, One Piece, dan Doraemon adalah tontonan kesukaanku dari aku kecil hingga saat ini, dan masih banyak film kartun lainnya, yang suatu saat nanti kamu akan sadar 90% data movie di laptopku hanya berisi kartun. Apalagi jika melihat action figure favorit seperti Luffy, Zoro dan Sanji di etalase dengan diskon 50%, maaf jika nanti gaji bulananku tiba-tiba habis untuk membeli mainan.

Ya, aku tahu, aku bukanlah Rizky Nazar, pemain film ILY from 38.000 FT yang sedang digandrungi banyak gadis saat ini, tidak juga sesoleh Dude Herlino dalam filmnya Dalam Mihrab Cinta, apalagi sesempurna Deva Mahenra bagi Chelsea Islan dalam sitkomnya, Tetangga Masa Gitu. Aku hanyalah lelaki dengan sifat semauku and a little bit childish.

Nanti, akan ada banyak sifat menyebalkan yang muncul perlahan dalam perjalanan hidup kita, bahkan mungkin bisa membuatmu kesal dan marah. Tapi, maukah kamu jujur saat sedang kesal denganku, agar aku bisa berintrospeksi diri. Bukankah kita teman, teman hidup saling berbagi?

Dear My Future Wife, 

Mungkin saat kamu membaca ini, kita tengah berbulan madu menikmati senja di kaki gunung Mahameru atau menikmati indahnya suasana malam di Jalan Malioboro, Jogjakarta atau berjalan manja di atas pasir putih pantai Indrayanti atau bahkan saat kamu sedang mengasuh kesepuluh anak kita nanti di pekarangan rumah kita. Who knows ?

Aku saat ini tengah berjuang, berusaha mengejar mimpiku, menggali pengalamanku, memantaskan diri untuk bisa berjalan bersamamu. Agar nanti, saat aku berhadapan dengan orangtuamu, aku telah siap mendedikasikan hidupku untukmu. Aku siap sepenuhnya menjadi pendamping sekaligus penanggung jawab hidupmu kelak.

Baca juga: Pelajaran Dari Sang Mantan: Indahnya Mendua 

Comments

comments