Browse By

Sebuah Catatan Krusial Untukmu, Jomblo yang Kepalanya Selalu Tertunduk Lesu

Lazada Indonesia

Malam minggu terasa sangat kusut dan kelam dilihat dari kacamata pemuda-pemudi yang fakir cinta dan kasih sayang. Akhir pekan yang biasanya paling ditunggu untuk berliburan terasa menjadi beban pikiran yang membuat hidup terasa njelimet gak karuan. Undangan nikah kawan datang, bukan bergembira melihatnya melepas masa lajang tapi malah jatuh tertunduk lesu meratapi nasib yang kian malang.

Hidup itu pilihan, menjalani hidup sebagai jomblo, tak melulu sebuah kesalahan asal jangan kelamaan. Pola pikir harus kamu ubah sepenuhnya, jomblo dengan standarisasi tinggi memikirkan ini dan itu dengan baik dan benar, agar kamu bijak dalam memilih cinta nantinya. Kini seharusnya kamu sadar bahwa nasib jomblo bukanlah sebuah kutukan, ini adalah waktu yang diberikan Tuhan agar kamu bisa mempersiapkan semuanya dengan matang sebelum ke pelaminan, kamu tak perlu larut dalam hinaan masal tentang kejombloan. Sabar ya, semua orang pernah mengalaminya.

Baca juga : Untuk Kamu Yang Begitu Berarti, Terimakasih dan Terimakasih Sekali

Kehidupan Berpacaran Ideal Hanya Ada Dalam Status Social Media. Kenyataannya Lebih Absurd Dari yang Kamu Kira. Mending Awali Akhir Pekanmu Dengan Berolahraga  

Jangan terlalu diambil hati saat kamu ditanya teman kerja usil mau ke mana akhir pekan ini? Jawab dengan percaya diri kalau perlu lantang.

“Gue mau futsal”

“Gue mau ng-gym”

Meskipun hati kecilmu nyatanya terluka, disindir karena terlalu lama menyendiri. Move on dan sadarlah di masa depan, bukan hanya soal cinta diutamakan, kesehatan juga harus dipikirkan.

Menggeluti Hobi, Jalan-jalan dan Masih Banyak Hal yang Bisa Kamu Lakukan di Akhir Pekan, Lebih Baik dari Pada Mojok di Kos Seharian

Memilih untuk menjadi Jomblo High Quality, maka kamu harus bersiap mengucapkan selamat tinggal atas segala usaha dan upaya yang sia-sia; being stalker dan berusaha menjadi apa yang dia suka terkadang harus dilupakan karena kenyataannya tak sesuai harapan. Sekarang, mumpung masih sendirian geluti hobi yang kamu suka siapa tahu jadi sumber penghasilan di masa depan.

Jika Kesendirian Melahirkan Kesedihan. Pulanglah, di sana Ada Keluarga yang Senantiasa Menunggu dan Menguatkan

Tak perlu sok tegar bak pahlawan, kesendirian memang melahirkan kesedihan. “Aku punya teman, buat apa sedih karena sendiri?” Tak melulu dan tak seterusnya kamu menjadikan teman sebagai sandaran kegelisahan. Ada masa di mana seorang teman membutuhkan perhatian yang bukan dari temannya. Ada hal penting atau bersifat pribadi yang tak seharusnya menjadikan teman sebagai pendengar kebutuhan. Dan tentunya kamu tak mau terus-menerus bergantung bersandar di bawah ketiak seseorang yang kamu panggil teman, bukan ?

Pulanglah, jika kesendirian sudah mengakar berbuah kesedihan. Di rumahmu selalu ada keluarga yang siap menerimamu apa adanya, menemanimu kapan saja dan memandangmu tetap sama.

Rupa Tak Mengindahkan, Mungkin Ini Sebab Kesendirian. Tapi Jangan Khawatir, Teruslah Asah Kemampuan dan Jadilah Mapan

Dari sekian banyak wanita yang kamu inginkan tak ada harapan sedikitpun yang mereka berikan, pendekatanmu cuma dianggap sebuah banyolan. Wajar, karena rupamu memang tak mengindahkan. Ah sudahlah, tak perlu iri dengan mereka yang rupawan karena pada akhirnya seorang pria dinilai tak hanya dari fisiknya tapi juga dari isi dompet dan ATM-nya.

Dunia Ini Luas dan Memiliki Banyak Hal. Cobalah Sesuatu yang Baru, Jangan Merasa Terpuruk Soal Perasaan yang Tak Kunjung Dapat Balasan

Mendaki Gunung Lawu

Hidup ini tak hanya seputar “I love you & I love you too”. Dunia tak akan berhenti berputar ketika perjuangan cinta ditolak tak sesuai harapan. Bodoh! Mereka yang tertunduk lesu, makan tak nafsu hidup pun tak mau hanya karena cintanya ditolak. Bodoh! Mereka yang rela mengakhiri hidupnya hanya karena kekasihnya mendua. Dunia itu luas, memiliki dimensi tak terbatas. Merantaulah, jelajahi dunia, cobalah hal baru dan teruslah gali pengalaman. Tapi, jangan sampai keasyikan karena takdir Tuhan tetaplah sama, menciptakan mahluknya berpasang-pasangan berdua.

Umur sudah pas, penghasilan mencukupi tapi hidup tak akan lengkap jika belum menggenap. Mendapati kenyataan seperti itu memang menyakitkan, membuat kita terasa terpuruk dan sejenak bingung tidak tahu harus melakukan apa. Tapi percayalah bahwa itu adalah hal biasa, banyak hal dalam hidup kita nanti yang tidak sesuai dengan ekspektasi, kekejaman realita yang terkadang membuat kita gila. Tapi bukankah itu yang menjadikan hidup kita lebih seru dan berwarna?

Jodoh itu rahasia Tuhan, namanya telah disematkan dan menjadi bagian dari takdir yang telah Dia tuliskan.

Baca juga : Pelajaran Dari Sang Mantan: Indahnya Mendua

Comments

comments