Browse By

Jangan Terlalu Cinta Kalau Kamu Tidak Mau Merasakan 5 Hal Ini

Saat kita jatuh cinta, hari – hari kita serasa lebih berwarna dari biasanya. Susah tidur karena terbayang parasnya dan suka tiba–tiba senyum sendiri kalau ingat tentang dirinya. Sehari tidak bertemu rasanya rindu dan saat bertemu suka malu–malu. Pagi ingat dia, malam mikirin dia, pokonya selalu tentang dia. Wajar kah? Ya wajarlah namanya juga jatuh cinta.

Tapi, saat semua sudah terasa berlebihan, disitulah kita perlu mengevaluasi kembali perasaan. Kita harus ingat bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik untuk diri kita maupun lingkungan sekitar kita, apalagi untuk dirinya. Nah, buat kamu yang sedang dimabuk asmara, jangan sampai merasakan 5 hal ini karena mencintai terlalu berlebihan.

Baca dulu: Untuk Wanitaku di Masa Depan, Mari Kita Berteman

Overprotective

Yap, overprotective. Ini adalah hal yang biasa dialami oleh orang – orang yang terlalu mencintai pasangannya. Pencemburu buta dan pengatur titah segalanya, bak Tuhan yang tidak bisa disangkal perintahNya. Itu semua terjadi ketika kamu terlalu mencintai pasanganmu, kamu akan semakin terobsesi untuk memiliki kekasihmu seutuhnya. Dan itu jelas nggak baik buat kamu juga pasanganmu. Overprotective juga bisa membuat kamu terlihat kurang baik di mata teman – temannya dan juga keluarganya.

Lupa sama kehidupan sosial

Dunia serasa milik berdua, yang lain mah ngontrak! Itu adalah salah satu kelakuan sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta yang suka nggak lihat tempat kalau sedang asyik bermesra manja. Yang sangat disayangkan ketika kamu terlalu sibuk mencintai, kamu melupakan lingkungan sekitar, sahabat bahkan keluargamu sendiri, how can it be? Jangan salahkan mereka seandainya kamu putus dengan pasanganmu, mereka jadi berbalik mengabaikanmu sama halnya ketika kamu mengabaikan mereka dulu.

Ruang sendiri

Point ketiga ini mewakili isi dari lirik salah satu single terbaru penyanyi kenamaan TULUS. Lagi – lagi karena terlalu cinta biasanya secara tidak sadar kita merampas waktu “Me – time” nya dia. Kita menjadi terlalu sering hadir di kehidupannya. Sehingga kita jadi lupa bahwa hidupnya dia bukan hanya tintang kita saja. Dia juga punya teman dan keluarga yang harus diperhatikan. Dan juga dia butuh “ruang” untuk diri dia sendiri. Kita harus menyadari bahwa jeda atau “ruang” itu juga dibutuhkan baik untuk pasangan atau diri kita sendiri.

Ketergantungan

Layaknya obat yang jika tidak dikonsumsi akan membuat penyakit kumat. Begitu juga dengan rasa cinta yang berlebihan. Kamu jadi begitu ketergantungan dengan pasanganmu. Apa – apa maunya sama dia. Kalau nggak ada dia kamu jadi nggak bisa melakukan sesuatu begitupun sebaliknya. Seperti yang sudah diungkapkan pada urutan sebelumya, kehidupan dia nggak melulu soal kamu dan kehidupan kamu juga nggak melulu soal dia. Kamu harus tetap bisa bersikap mandiri seperti saat kamu belum menjalin hubungan dengan pasanganmu, karena nggak semua aktivitas harus selalu dikerjakan berdua.

Lupa memperhatikan diri sendiri

www.etalk.ca

www.etalk.ca

Terlalu memperhatikan dia apalagi sampai lupa memperhatikan diri sendiri juga nggak baik. Jangan sampai karena terlalu memperhatikan dia. Kamu jadi sering menunda pekerjaan yang seharusnya bisa kamu selesaikan. Perhatikan diri kamu terlebih dahulu baru kamu memperhatikan orang lain. Perhatian yang berlebihan juga justru bisa mengganggu pasanganmu dan membuatnya merasa kurang nyaman. Berilah dia perhatian sekedarnya dan sewajarnya saja. Itu lebih baik dari pada kamu memberi dia perhatian yang berlebihan, yang belum tentu juga dia perlukan.

Semoga sobat Tempe Community bisa menyederhanakan kembali rasa cinta dan juga bisa tetap mengendalikan diri saat menjalani hubungan percintaan demi kebaikan kamu dan pasanganmu. Selamat mencintai dan dicintai.

Baca juga: Pelajaran Dari Sang Mantan: Indahnya Mendua

Comments

comments